You are here:
Bangun Rumah di Serpong
Bangun Rumah di Serpong
Kontraktor Rumah Citra Grand
Kontraktor Rumah Citra Grand
Furniture Area Tangga
Furniture Area Tangga
Furniture Ruangan Komputer
Furniture Ruangan Komputer
Kontraktor Rumah Villa Bali
Kontraktor Rumah Villa Bali

Konstruksi Museum Jakarta Jejak Arsitektur Rumah / Bangunan Kolonial di Kota Batavia

E-mail Print PDF

 

Construction Architecture Museum Jakarta Tracks House / Colonial Buildings in the City of Batavia

Konstruksi / Arsitektur Rumah : Museum Jakarta, Jejak Arsitektur Rumah / Bangunan Kolonial di Kota Batavia merupakan Salah satu benda berharga yang ditinggalkan oleh penjajah belanda di Indonesia adalah bangunan berarsitektur rumah indah. Banyak bangunan rumah monumental yang dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda. Karena arsitektur rumah mereka sudah jauh lebih maju dari Indonesia maka mereka pun membangun banyak bangunan rumah indah yang memberi inspirasi bagi masyarakat, khususnya kaum intelektual. Namun sayangnya tidak semua orang mau melestarikan peninggalan berharga itu. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bangunan yang rusak dan terabaikan. Hanya tinggal beberapa bangunan yang dapat diselamatkan. Salah satunya adalah Museum yang sangat terkenal di Jakarta, yaitu Museum Jakarta (dulu dikenal dengan nama Museum Fatahillah). Bangunan berarsitektur kolonial ini terletak di jantung kota Batavia, yang sekarang lebih dikenal dengan daerah Kota. Selain Museum Jakarta ini, masih ada beberapa bangunan lain di sekitarnya yang juga merupakan jejak arsitektur rumah yang berharga. *Sejarah Museum Jakarta* Kira-kira 500 meter ke arah selatan pelabuhan Sunda Kelapa, dibangun suatu Balaikota. Bagian depan bangunan ini dilengkapi dengan sebuah taman yang megah, yang sekarang disebut Taman Fatahillah. Taman ini dulu dipakai untuk berbagai aktivitas kota. Di tengah taman ini terdapat air mancur, dan di sisi utara terdapat dua buah meriam Portugis. Sebelum berubah fungsi menjadi Museum Jakarta, gedung Balaikota yang lama dibangun tahun 1627 didirikan dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Baru kemudian pada tahun 1707 - 1710 dibangun gedung baru yang lebih besar, yang sekarang dipakai sebagai Museum Jakarta. Gedung Balaikota ini digunakan untuk kegiatan pemerintah Batavia, seperti administrasi pemerintahan, pengadilan, dan sekaligus penjara. *Seperti Balaikota di Amsterdam* Bentuk bangunan Museum Jakarta ini mengingatkan kita pada gedung balaikota lama di Amsterdam, serta gedung-gedung lainnya di Eropa. Ini karena semua rancangan bangunan didasarkan pada disiplin yang tinggi dengan beberapa pengulangan bentuk, seperti pengulangan bentuk jendela yang sangat mencolok di bagian depan bangunan. Selain itu, bangunan ini juga dibangun dengan skala yang monumental. /Fasade /bangunan ini terlihat sangat megah dan berwibawa, apalagi diperkuat dengan adanya /portico /di depan pintu utamanya. Ada beberapa informasi yang mengatakan bahwa sebenarnya bangunan ini dibangun tanpa /portico/. Susunan jendela besar mempunyai irama tertentu, yaitu 5-4-5. Jendela ini berfungsi untuk memasukkan cahaya dan udara ke dalam bangunan yang masif. /Cupola/, bentuk silinder pada bagian atas atap menyerupai menara, menyimbolkan kekuasaan VOC terhadap kota Batavia pada masa itu. Tepat di ujung nok terdapat tiang asap sebagai penambah unsur dekoratif yang fungsional. Naik ke lantai 2, akan terlihat sebuah busur lengkung yang terbuat dari batu alam bermotif kerang-kerang laut. Di lantai ini pula, perbedaan setiap pintu ruangan terlihat sangat jelas. Semakin besar ruangan yang ada maka kusen pintu pun akan semakin tinggi. *Dikelilingi Bangunan Bersejarah * Di sekitar Museum ini masih terdapat pula beberapa bangunan bersejarah lainnya yang masih dapat dinikmati sisi arsitekturnya, meskipun beberapa bangunan tersebut sudah mulai beralih fungsi. Contoh bangunan berasitektur kolonial yang masih terawat dengan baik di sekitar museum Jakarta ini adalah museum Wayang dan Kafe Batavia. Museum Wayang terletak di sebelah barat museum Jakarta. Jajaran bangunan pada museum Wayang ini dirancang dengan bentuk yang hampir sama, sehingga tampak seperti kota di tepi kanal di Amsterdam. Kafe Batavia terletak di sisi utara taman Fatahillah. Bagian bawah bangunan ini dibuat kosong, atap yang menaunginya adalah bangian dari lantai di atasnya. Ruang di lantai 2 ini ditopang oleh tiang-tiang besi yang ramping dan dihias dengan lengkungan di bagian atasnya. /Fasade /dipenuhi dengan jajaran jendela krepyak yang unik. Selain kedua banguan tersebut di atas, masih ada lagi bangunan lain yang sebenarnya menarik untuk dilihat dan dibahas dari segi arsitektur rumah. Namun sayangnya bangunan-bangunan tersebut sudah mulai rusak dan tak terawat lagi.

Construction / Architecture House: Museum of Jakarta, Trace Architecture House / Colonial Buildings in the City of Batavia is one of the valuable objects left by Dutch colonizers in Indonesia is building a beautiful house architecture. Many monumental buildings which house built during the Dutch colonial occupation. Because the architecture of their houses are far more advanced than Indonesia and they were built many beautiful houses that inspire people, especially intellectuals. But unfortunately not all people want to preserve the precious heritage. Over time, more and more buildings are damaged and neglected. Only a few buildings that can be saved. One of them is a very famous museum in Jakarta, the Jakarta Museum (formerly known as the Museum Fatahillah). Colonial architecture of this building is located in the heart of Batavia, now better known as the City. In addition to Jakarta this museum, there are several other buildings nearby which is also the home track valuable architecture. * History Museum Jakarta * Approximately 500 meters to the south of Sunda Kelapa port, built a City Hall. The front of this building is equipped with a magnificent garden, which is now called Park Fatahillah. This park once used for various activities the city. In the middle of this park is a fountain, and on the north side there are two Portuguese cannons. Before changing the function of the Museum of Jakarta, the old Town Hall building was built in 1627 established the size of which is not too large. Only later in the year 1707 - 1710 built a new building is bigger, which is now used as a Museum Jakarta. City Hall building was used for the Batavia government activities, such as public administration, courts, and prisons as well. * As the City Hall in Amsterdam * The shape of this building Jakarta Museum reminds us of the old Town Hall building in Amsterdam, as well as other buildings in Europe. This is because all the building design is based on high discipline with some repetition of forms, such as the repetition of a very prominent window at the front of the building. In addition, this building was also built with a monumental scale. / Fasade / building looked very stately and dignified, especially enhanced by / porticoes / in front of the main door. There is some information that said that this building was built without / porticoes /. Composition of large windows have a certain rhythm, which is 5-4-5. This window serves to enter the light and air into the massive building. / Cupola /, the form of a cylinder at the top resembling the roof of the tower, symbolizing the power of the VOC of the city of Batavia at the time. Right there at the end Rooftop smoke pillars to add an element of a functional decorative. Up to the 2nd floor, will look a bow made of natural stone patterned sea shells. On this floor too, the difference every door of the room were clearly visible. The bigger the room with the door frame would be higher. * Surrounded by Historic Buildings * In the vicinity of this museum there are also several other historic buildings can still enjoy the architecture, although some of these buildings have started switching function. Example berasitektur colonial buildings are still well preserved in Jakarta around the museum this is the Wayang Museum and Cafe Batavia. Puppet Museum is located in the museum west of Jakarta. Ranks of the museum building was designed with the Puppet that was almost the same shape, so that looks like a city on the banks of the canal in Amsterdam. Cafe Batavia is located on the north side of the park Fatahillah. The lower section is made empty building, the shelter roof is bangian from the floor above. 2nd floor space is supported by iron pillars are slim and decorated with an arch at the top. / Fasade / windows filled with rows of unique blinds. Besides the two mentioned above banguan, there was another building that was interesting to be seen and discussed in terms of home architecture. But unfortunately, these buildings are destroyed and no longer maintained.

 

Last Updated ( Friday, 26 February 2010 13:03 )  

Fast Contact








Your Message


Furniture Ruangan Komputer
Furniture Ruangan Komputer

Furniture Ruang Mezanine
Furniture Ruang Mezanine

Furniture pada Restaurant
Furniture pada Restaurant

Furniture pada Bar
Furniture pada Bar

Furniture Area Tangga
Furniture Area Tangga


Our Address

PT DIMENSi GN

Jl Kalibata Raya No 11-12
Jakarta Selatan

021 3333 0003

0813 83222 994

 

Interior Design R. Kerja
Interior Design R. Kerja

Interior Design R. Keluarga
Interior Design R. Keluarga

Interior Design R Tidur
Interior Design R Tidur

Interior Design R Makan
Interior Design R Makan

Interior Design Bar
Interior Design Bar


Pondasi pada Konstruksi Rumah / Arsitektur Rumah
Memilih Besi Beton untuk Konstruksi Rumah / Arsitektur Rumah
Rumah Menghadap Barat dari sudut Kontraktor Rumah
Design Desain Bangunan Pada Rumah Tropis
Gaya Minimalis Pada Arsitektur Rumah / Design Rumah
Memaksimalkan Keterbatasan Lahan dalam Bangun Rumah / Arsitektur Rumah
Gaya Modern Pada Bangunan Rumah / Arsitektur Rumah
Material Alami Untuk Arsitektur Rumah / Bangun Rumah
Design Interior Pada Kamar Tidur
Arsitektur Rumah Sebagai Gerbang Marketing di Bisnis Properti
3 Jurus Bangun Rumah Minimalis Murah dengan Desain Rumah / Arsitektur Rumah Terjangkau
Konstruksi Museum Jakarta Jejak Arsitektur Rumah / Bangunan Kolonial di Kota Batavia
Tips Membangun Rumah Minimalis dan Memilih Arsitektur Rumah / Desain Rumah