Limitations maximize Land in Wake Houses or Houses Architecture

Masalah klasik ketika orang membangun rumah adalah keterbatasan lahan. Namun, keterbatasan jangan dijadikan alasan utama untuk mendapatkan ruang dalam yang luas. Untuk menghindari kesan sempit pada lahan terbatas, salah satu solusinya adalah dengan membuat ruangan multifungsi. Demikian halnya apa yang dilakukan oleh pasangan Dominicus Djarot P. dan Geraldine Sjachrial ketika membuat rumahnya di daerah Depok. Mereka membuat ruangan multifungsi yang merupakan gabungan antara ruang keluarga dan ruang makan. Ruangan dengan luas sekitar 25 m2 ini berfungsi juga sebagai ruang penghubung antara ruang tidur dengan bagian luar rumah dan ruang yang lain. Ruang tamu sengaja tidak dibuat di dalam rumah. Ruang tamu dibuat di bagian luar rumah yaitu di bagian teras. Hanya tamu-tamu yang sudah “dekat” yang diperbolehkan untuk bertandang masuk hingga ke dalam ruang keluarga.
Classic problem when people build houses is limited land. However, limitations should not be the main reason for the large space. To avoid the appearance of land is limited to a narrow, one solution is to create a multifunctional space. Similarly what is done by couples dominicus Djarot P. and Geraldine Sjachrial when making his home in Depok area. They create a multifunctional room that is a combination of living room and dining room. Room with an area of about 25 m2 also serves as a liaison between the living room to sleep with the outside of the house and other spaces. The living room is deliberately not made in the house. The living room is made on the outside of the house is on the terrace. Only guests who are "close" are allowed to enter until bertandang into the living room.
Pandangan ke Samping / Side view of the
Lebar bagian depan tanah ini lebih besar dibanding panjangnya sehingga Djarot—yang berperan sebagai arsitek di rumahnya sendiri—merancang supaya pandangan dari dalam tidak selalu menghadap ke depan atau ke jalan. Karena itu dibuatlah pintu masuk yang tidak menghadap langsung ke jalan. Djarot membuat pintu masuk lewat bagian samping rumah. Ada dua pintu masuk, satu pintu khusus untuk penghuni yang masuk ke dalam melalui ruang makan, dan satu pintu lagi ada di bagian teras.
The width of the front of this land is greater than the length so that Djarot, who served as an architect in his own house-designed so that the view from within is not always facing forward or to the street. Since it was established that is not the entrance facing directly onto the street. Djarot made entrance through the side of the house. There are two entrances, one door for residents who enter into the dining room and another door on the porch.
Untuk ventilasi ruangan, Djarot membuat dua jenis ventilasi yaitu jendela yang bisa dibuka dan jendela yang tidak bisa dibuka atau jendela mati.
To ventilate the room, Djarot make two types of ventilation that can open windows and windows that can not be opened or the window to die.
Jendela mati dibuat di belakang TV dan berhadapan langsung dengan sofa di ruang keluarga. Tujuannya agar ketika menonton TV, penghuni yang sedang duduk di sofa juga tetap bisa melihat ke arah luar rumah (taman). Jendela ini dibuat “mati”, karena bila tidak, akan sulit membuka dan menutupnya (karena terhalang TV).
Die windows built in the back of the TV and face to face with a sofa in the living room. The goal for when watching TV, residents who were sitting on the sofa also be able to look to the outside the house (garden). This window was made "dead", because if not, it will be difficult to open and close it (because it obstructed the TV).
Selain ventilasi berupa jendela, dibuat juga lubang penghawaan yang ada di atas pintu dan jendela. Lubang ini mempunyai penutup yang menghadap ke dalam ruang yang dibuat dari kayu dan kawat kasa nyamuk.
In addition to ventilation of the window, made also penghawaan existing holes in the doors and windows. This hole has a cover that is facing into the room made of wood and wire netting mosquitoes.
Untuk mengesankan ruang ini bertambah luas, plafon ruang multifungsi ini dibuat mengikuti kemiringan atap. Dengan demikian didapat ruang dengan ketinggian sekitar 5,5 m dari permukaan lantai.
To impress this space expands, this multifunction room ceiling was made to follow the slope of the roof. Thus obtained with the height of about 5.5 m above the floor.












